Pages

Friday, 11 January 2013

Surga dan Neraka Menurut Islam


Allah Ta’ala telah menggambarkan kenikmatan surga melalui berbagai macam cara. Terkadang, Allah mengacaukan akal sehat manusia melalui firman-Nya dalam hadits qudsi, “Kusiapkan bagi hamba-hambaKu yang sholih (di dalam surga, -pen), yaitu apa yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terlintas dalam hati semua manusia”, kemudian Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Bacalah jika kalian mau, ‘Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang’ (QS. As-Sajdah : 17)”[3]. Di tempat lain, Allah membandingkan kenikmatan surga dengan dunia untuk menjatuhkan dan merendahkannya. 

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Tempat cemeti di dalam surga lebih baik dari dunia dan seisinya”.[4] Kenikmatan surga juga Allah Ta’ala gambarkan dengan menyebut manusia yang berhasil memasuki surga dan selamat dari adzab neraka, sebagai orang yang beroleh kemenangan yang besar. Sebagaimana Allah Ta’ala firmankan (yang artinya), “Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar” (QS. An-Nisaa’ : 13)[5] Inilah beberapa sifat dan kenikmatan yang ada di dalam surga dan neraka.

Saturday, 5 January 2013

Fenomenal dan Kontroversial


Sejak semula, isra' dan mi'raj adalah peristiwa yang fenomenal dan kontroversial. disebut fenomenal, karena peristiwa ini tidak pernah terjadi sebelumnya. bahkan juga diyakini, tidak akan pernah terjadi di masa depan. sedangkan disebut kontroversial, karena peristiwa itu telah menyulut perdebatan yang sangat panjang sejak abad 15 yang lalu sampai sekarang.
Karena itu, tidak heran jika peristiwa ini dikenang sepanjang masa. Dan diperingati sebagai peristiwa besar dalam sejarah agama Islam, baik dalam konteks keimanan maupun ilmu pengetahuan. Kejadiannya sendiri memang selalu menarik untuk dikaji dan dicermati. Bayangkan dalam suasana peradaban yang tergolong terbelakang dari sisi sains dan teknologi. Rasulullah Muhammad SAW telah mengalami perjalanan yang sangat mengherankan. Bahkan bisa disebut mustahil.